Pasang iklan

Pentingkah Ruang Baca dalam MRT?

GEMA.ID – DKI JAKARTA, Sejak beroperasi pada tanggal 12 Maret 2019 MRT senantiasa memperbaiki kinerja dan pelayanannya. Kini MRT menyediakan 13 Stasiun yang dilengkapi dengan dengan rak-rak buku yang diharapkan dapat menjadi perpustakaan dalam kereta cepat.

Belajar dari negara lain inovasi ini telah ada di Brazil, Thailand, dan Spanyol, sebelum Indonesia, namun hal berbeda diterapkan oleh pemerintah spanyol, yaitu buku yang disediakan dalam bentuk Perpustakaan digital dengan harapan dapat menghemat ruang dan biaya.  

Sebelum program ini diluncurkan Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, sempat menyebutkan dalam sambutannya di Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2019 di Jakarta Convention Center, Rabu (4/9/2019) lalu.

“Saya agak khawatir bahwa sesungguhnya di Indonesia itu, bukan karena kita tidak memiliki minat baca, minat bacanya mungkin ada, tapi daya bacanya yang rendah. Serta kita juga harus membedakan antara minat baca dengan daya baca,”

Jelas Anies Baswedan.

Dalam memulai program ini PT MRT Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Taman Baca Inovator, Indoreadgram, dan Booktube Indonesia. Program ini dimulai dengan membaca buku serentak di dalam MRT.

Menurut salah satu pengguna transportasi MRT fasilitas ini cukup menarik dan dapat berperan penting, sebab disamping dapat mendorong minat baca, serta memberikan kebiasaan yang baik pada pengguna MRT, selain itu juga dapat mengobati kejenuhan penumpang selama perjalanan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menuturkan pihaknya ingin pengguna MRT menunggu kereta sambil membaca buku, selain itu PT MRT juga menyiapkan kotak donasi buku untuk siapa saja yang ingin menyumbangkan buku bisa langsung menyimpannya dikotak yang telah disediakan.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)